Tetap berpikir dan bergerak meski kondisi sudah tidak senyaman biasanya.
Jungle Survival · Ciwidey
Masuk ke alam.Keluar dengan cara pandang baru.
Di Jungle Survival, tim diajak keluar dari rutinitas dan masuk ke situasi yang serba terbatas. Di sinilah cara orang mengambil keputusan, berbagi peran, menahan ego, berkomunikasi, dan saling menjaga mulai terlihat dengan lebih jujur.
Kenapa Program Ini Berbeda
Saat semuanya terbatas, kebiasaan asli biasanya muncul.
Peserta dibawa menjauh dari kenyamanan sehari-hari. Tidak ada warung di dekat camp, tidak ada bantuan instan, dan perlengkapan yang dibawa pun terbatas pada kebutuhan dasar untuk tidur, memasak, dan bertahan di alam. Dari situ, tim mulai belajar mengandalkan apa yang ada—dan terutama, mengandalkan satu sama lain.
Yang menarik justru bukan siapa yang paling kuat. Biasanya yang paling terlihat adalah siapa yang mau mendengar, siapa yang cepat panik, siapa yang bisa menenangkan suasana, dan bagaimana tim mengambil keputusan ketika pilihan tidak banyak. Pengalaman seperti inilah yang kemudian dibawa kembali ke konteks kerja dan kehidupan sehari-hari.
Berani mengambil keputusan, sekaligus tahu kapan harus mendengar tim.
Mengenali reaksi diri sendiri saat lelah, tertekan, atau mulai kehilangan kesabaran.
Belajar bahwa satu orang tidak harus mengerjakan semuanya sendirian.
Yang Terjadi di Lapangan
Karena beberapa hal baru terasa ketika benar-benar dijalani.
Ada briefing, trekking, camp survive, tantangan individu, diskusi strategi, sampai solo camp. Setelah semuanya dijalani, pengalaman itu tidak dibiarkan berhenti sebagai cerita seru. Tim diajak membahas apa yang terjadi, apa yang terasa sulit, dan apa yang ternyata bisa dipelajari dari sana.
Perjalanan Program
Bukan kumpulan games.
Semuanya saling terhubung.
Setiap tahap punya perannya sendiri. Ada saatnya tim harus bergerak, berdiskusi, mengambil keputusan, menghadapi tantangan, lalu berhenti sejenak untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di dalam tim.
Jungle Outdoor Program
Tim mulai masuk ke alam dan meninggalkan pola nyaman yang biasa ditemui sehari-hari.
Indoor Motivation
Sebelum turun ke lapangan, peserta diajak memahami tujuan perjalanan dan apa yang ingin dibawa pulang dari program ini.
Individual Challenge
Ada momen ketika setiap orang harus berhadapan dengan dirinya sendiri, bukan bersembunyi di balik tim.
Team Dynamic Challenge
Di sinilah cara tim berbagi peran, berkomunikasi, dan menyikapi perbedaan mulai benar-benar terasa.
Team Strategy Discussion
Sebelum bergerak lagi, tim perlu duduk bersama, mendengar semua suara, lalu memilih strategi yang dianggap paling masuk akal.
Coaching Metaphor
Apa yang terjadi di alam kemudian dihubungkan kembali dengan situasi yang sering ditemui di tempat kerja.
Debriefing
Tim punya ruang untuk bicara terbuka: apa yang berjalan baik, apa yang membuat sulit, dan apa yang bisa dilakukan berbeda.
Psychological Report
Psychological Report menjadi salah satu bagian evaluasi dalam rangkaian program Jungle Survival.
Solo Camp
Di bagian ini, suasana menjadi lebih personal. Peserta punya waktu sendiri untuk menghadapi sunyi, pikiran, dan batas nyamannya.
Cara Belajarnya
Sedikit duduk.
Lebih banyak mengalami sendiri.
Porsinya memang lebih banyak di lapangan: sekitar 30% materi dan 70% aktivitas. Kami ingin peserta tidak hanya mengangguk saat mendengar teori, tetapi merasakan sendiri bagaimana keputusan, komunikasi, dan kerja sama diuji ketika kondisi berubah.
Materi & briefing
Aktivitas & trekking
Kang Jo
Kenalkan, Kang Jo—local guide yang menjadi bagian dari program Jungle Survival Jo Adventure. Di kegiatan seperti ini, orang yang memahami karakter lapangan dan ritme perjalanan sangat penting agar program tetap berjalan terarah.
Sebelum Masuk Hutan
Setiap tim punya batas, karakter, dan tujuan yang berbeda.
Sebelum menentukan rute atau tingkat tantangan, kami biasanya ingin tahu dulu siapa pesertanya, seperti apa kondisi timnya, dan apa yang sebenarnya ingin dicapai. Ceritakan saja kebutuhan Anda. Dari sana, format program bisa dibicarakan dengan lebih masuk akal.